Rabu, 28 Januari 2009

CALEG


Mengapa Saya Jadi Caleg ?

Tak pernah terbayang dalam benak saya sebe-lumnya untuk maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Parigi Moutong (Parmout). Karena selain saya tidak memiliki kamampuan materi, juga tidak punya massa yang dapat saya banggakan. Namun ketika irama kehi-dupan seiring dengan adanya dorongan untuk ikut me-majukan daerah Parigi Mou-tong, lebih khusus lagi di wilayah Kecamatan Moutong, Taopa dan Bolano Lambunu, yang kelak bisa menjadi kabu-paten berdiri sendiri, akhirnya mulai muncul benih keinginan untuk menyambung aspirasi rakyat di tiga kecamatan ter-sebut yang nyaris putus karena komunikasi jalur parlemen sering tidak nyambung, akibat dominannya kepentingan pri-badi, keluarga, dan kollega ketimbang kepentingan rakyat yang memberi mandat masuk parlemen.

Saya sadar bahwa tidakada yang bisa saya andalkan dalam diri saya, kecuali kekua-tan dan takdir Allah serta dukungan seluruh rakyat di Moutong, Taopa, dan Bolano Lambunu.

Keberanian saya maju jadi Caleg bukan karena besarnya materi yang saya miliki untuk membagikan kepada kons-tituen, melainkan adanya komunikasi yang terjalin se-lama ini dengan masyarakat melalui berbagai aktifitas kegiatan kepemudaan dan keagaman, dan dari komuni-kasi itu, sehingga kadang masyarakat meminta saya untuk memfasilitasi kepen-tingannya dengan pemerintah kabupaten. Namun tak jarang gagal, karena terhalangnya di parlemen, meski berulang-ulang dilakukan komunikasi agar dapat diakomodir ke-pentingan dan aspirasi rakyat yang merupakan kelompok pemberi mandat.

Beberapa kegiatan kepe-mudaan dan keagaman bisa sukses, karena proses penga-juan aspirasi tidak melalui parlemen, melainkan langsung ke jantung pemegang kekua-saan.

Saya hanya punya tekad, untuk ikut bersama memper-baiki kondisi kehidupan mas-yarakat, karena filosofi yang saya pegang adalah ‘’satu karya nyata lebih baik dari sejuta janji”

Ingat...! Salah menentukan pilihan, pada 9 April 2009 mendatang, maka lima tahun meneyesal. Karena kata me-nyesel memang sering muncul pada akhir suatu perhelatan, termasuk perhelatan demokrasi yang diagendakan 9 April 2009 mendatang.

Biasanya pasca pemilihan hingga masa kerja yang dipilih selama lima tahun, selalu muncul dua kata penyeselan. Yakni menyesal karena memilih, dan menyesal karena tidak memilih.Penyesalan pertama, yakni menyesal karena memilih sebab ternyata tidak mampu mem-bawa aspirasi dan tidak peduli lagi konstituennya setelah duduk di parlemen. Dan penye-salan kedua, yakni menyesal karena tidak memilih, sebab ternyata sosok tersebut mampu membawa aspirasi, dan sangat peduli kepada konstituennya. Saya sebagai Caleg yang bila rahmat dan takdir Allah serta dukungan seluruh rakyat Moutong, Taopa dan Bolano Lam-bunu memilih saya lolos ke par-lemen Parigi Moutong periode lima tahun mendatang, lebih me-milih penyesalan kedua, yakni menyesal karena tidak memilih Masruhim Parukkai, karena ternyata mampu membawa as-pirasi dan peduli pada konst-ituennya. Sebab kalau yang muncul dipikiran konstituen penyesalan pertama, yakni menyesal memilih Masruhim Parukkai karena ternyata tidak bisa diandalkan membawa aspirasi, naudzu billahi mindzalik. Jauhi dalam diri saya pribadi yang lupa kacang akan kulitnya, Insya Allah dengan semangat kebersamaan untuk membang-un Kabupaten Moutong 2010 mendatang.

Bismillah pastikan anda memilih orang yang tepat yakni dengan partai nomor 17 Partai Karya Perjuangan, dengan nomor urut 1 Drs H Masruhim Parukkai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar